Archive for September 2009

Novel fiksi ilmiah Stephenie Meyer, The Host, akan diangkat ke layar lebar. Producers Nick Wechsler, Steve and Paula Mae Schwartz berhasil meyakinkan Meyer untuk mengizinkan mereka membuat versi film dari novel fiksi ilmiah tersebut.
“Kami ingin Stephenie ikut terlibat dalam proses kreatif adaptasi novelnya ke film,” kata Wechsler. Tim produser merasa Meyer perlu dilibatkan karena novelis Amerika Serikat setelah melihat campur tangannya mendatangkan kesuksesan dalam film adaptasi novel Meyer sebelumnya. Read the rest of this entry »

Saat peristiwa 30 September 1965 berkecamuk, Peer Holm Jorgensen, seorang pelaut asal Denmark tengah berlabuh dengan kapal dagang tempatnya bekerja di Indonesia. Jorgensen merekam pengalaman itu dan menuangkannya dalam novel The Forgotten Massacre
Novel yang versi terjemahannya diterbitkan Mizan ini rencananya akan diluncurkan dalam perhelatan Ubud Writers Festival. Sebelum menghadiri acara di Bali tersebut Jorgensen akan bertandang ke Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Read the rest of this entry »

oleh: Okta Wiguna
Bagai laut, literatur tentang batik memiliki masa pasang dan surutnya. Dunia penerbitan buku modern sempat dibanjiri buku tentang batik pada 1920-an, yang rata-rata berisi pengenalan tentang kain asal Indonesia ini.
Lantas, pada dekade 1970-an muncul kembali buku yang membahas teknik membatik dan kreasi yang berusaha keluar dari jalur tradisional. Setelah itu, buku batik sepi lagi, dan baru kembali 20 tahun kemudian, masih dengan tema buku pendahulu namun dengan kemasan yang lebih menarik bagi pembaca awam.
Memasuki tahun 2000, buku-buku tentang batik kian banyak. Dan kali ini lebih berfokus pada desain pola dan corak batik, ditambah penggalian pada aspek sejarah dan sisi budayanya.
Sayangnya, menjelang batik ditahbiskan sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO pada Oktober mendatang, dunia literatur Indonesia justru masih miskin buku yang mengkaji serta mendokumentasikan desain-desain batik.
Walau begitu, bukan berarti tak ada sama sekali buku batik. Read the rest of this entry »

