Archive for the ‘penulis buku’ Category
NOVELIS TURKI DITUDUH MENISTA AGAMA
Posted on: May 27, 2009
![]()
ISTANBUL – Novelis asal Turki, Nedim Gursel, diadili karena bukunya The Daughters of Allah dinilai menghina Islam. Pengacara Gursel, Sehnaz Yuzer, mengatakan Direktorat Agama Turki menuduh karakterisasi keluarga Nabi Muhammad dalam novel kliennya telah menghina agama dan menimbulkan kebencian di tengah masyarakat. Read the rest of this entry »

oleh: Okta Wiguna
Tujuh tahun sudah Clara Regina Juana menggeluti profesi penulis kisah-kisah fiksi. Masyarakat pencinta fiksi lebih mengenal perempuan kelahiran Jakarta, 35 tahun lalu, ini dengan nama penanya: Clara Ng. Nama belakangnya itu diambil dari nama sang suami: Nicholas Ng Hock Hooi.
Putri pasangan Willy Atmadjuana dan Sri Angela ini sudah menulis 10 novel. Itu belum termasuk kumpulan cerpen dan cerita lepasnya, yang dimuat di pelbagai media massa.
Sejak tiga tahun lalu, Clara merambah dunia buku anak, yang boleh dibilang tak banyak dijamah para penulis. Dan sejak itu pula dia menjadi langganan peraih penghargaan kategori cerita dalam buku anak pada Adikarya Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi), yang digelar setahun sekali.
Jumat lalu, saya mengikuti keseharian pengarang yang pembawaannya ceria tapi mendadak bisa bicara serius dan tegas ini. Read the rest of this entry »
HAIDAR BAGIR: SINGA DARI JERUK PURUT
Posted on: May 18, 2009
- In: cerita buku | penulis buku
- 1 Comment

Presiden Direktur dan Pendiri Mizan, Haidar Bagir (Dwianto Wibowo / TEMPO)
Oleh: Okta Wiguna
Di dunia perbukuan, novel Laskar Pelangi sungguh fenomenal. Angka penjualannya fantastis. Ketika diangkat ke layar lebar, Laskar Pelangi juga meledak. Ia menjadi satu dari sedikit film Indonesia yang ditonton jutaan orang di bioskop.
Sukses itu tidak akan tergapai seandainya tak ada strategi bisnis yang visioner dari pendiri sekaligus Presiden Direktur Mizan, Haidar Bagir. Pria kelahiran Solo, Jawa Tengah, 52 tahun silam, inilah yang memutuskan Mizan, yang awalnya penerbit Islam, mulai menggarap buku populer. Salah satunya novel Laskar Pelangi.
Dan lima tahun lalu, Haidar pulalah yang mencetuskan langkah bisnisnya merambah ke layar lebar. Akhir pekan lalu saya mengikuti keseharian putra pasangan Gamar dan Muhammad Bagir ini. Haidar–sapaannya, yang berarti “singa”–tampil karismatik dan hangat meski agak pelit senyum.
DONGENG DONGENG CORNELIA FUNKE
Posted on: May 3, 2009
- In: bedah buku | cerita buku | penulis buku
- 3 Comments

oleh Okta Wiguna
Suatu malam di musim gugur Moltimer Folchart membacakan buku Tintenherz untuk istri dan putrinya sembari duduk di depan perapian. Saat membaca bab ketujuh tiba-tiba saja tokoh cerita yang namanya disebut muncul di hadapan mereka.
Sayangnya yang muncul justru tokoh-tokoh jahat yang ternyata berniat meneruskan kejahatan mereka di dunia nyata. Mo dan putrinya Meggie lari dari kejaran mereka sembari mencari cara mengeluarkan istrinya yang bertukar tempat dengan para pengejar itu dalam cerita Tintenherz.
Read the rest of this entry »
NAMANYA STANISLAUS
Posted on: December 28, 2008
Stanislaus sudah mengalami banyak peristiwa dalam hidupnya yang kini
menginjak 62 tahun. Namun Rabu sore lalu ia menjalani kegiatan yang
baru pertama kali dilakoninya seumur hidup, yakni sebuah wawancara
televisi soal novel yang belum lama diterbitkannya.
Ia baru kali ini menulis novel. Sebagai novelis ia memang masih
debutan namun kalau untuk sandiwara radio namanya sudah kondang. Nama Stanislaus memang kurang dikenal orang lantaran ia lebih sering
menyingkat nama depannya yang membuatnya lebih beken dengan nama S.Tidjab. Read the rest of this entry »

Peter Zilahy, penulis asal Zilah, Transylvania, ini gemar berkeliaran di tengah malam, mulai bekerja saat matahari terbenam dan tidur saat mentari terbit. Ia bicara soal hidup penuh kebebasan dan mitos vampir Eropa Tengah.
Pria itu tampil sederhana namun flamboyan. Jas biru tua menutupi kemeja biru muda tak berdasi yang dipadu dengan celana krem dan sepatu kulit coklat. Tak terlihat merek mewah di tas selempang hitam diletakkan di samping kursinya, begitu juga di leher, pergelangan tangan dan jarinya tak ada benda-benda berbahan emas mengkilat.
John Berendt, begitu namanya, terlihat masih prima padahal usianya sudah 69 tahun. Ia adalah penulis buku Midnight in the Garden of Good and Evil yang memuat kisah nyata kasus pembunuhan di kota Savannah, Amerika Serikat. Buku itu bercokol di daftar buku terlaris versi New York Times selama empat tahun dan masuk menjadi finalis penghargaan Pulitzer.

Penulis buku nonfiksi genre novel nonfiksi, John Berendt, tengah membagi rahasia teknik penulisan dalam workshop yang digelar Kedutaan Amerika Serikat di Wisma Metropolotan II Jakarta, Jumat, 10 Oktober 2008. (Okta Wiguna / duniabuku.wordpress.com)
Awalnya penerbit kebingungan mencari cara mempromosikan cerita nonfiksi yang ditulis dengan gaya penulisan jurnalisme sastrawi sehingga mirip sebuah novel tersebut. Dengan pesimistis mereka mencetak 25 ribu eksemplar dan akhirnya terkesima dengan total penjualan mencapai 2,5 juta eksemplar.
MIMPI YANG DIJADIKAN KENYATAAN
Posted on: October 20, 2008
Dua remaja terlibat pembicaraan serius di hamparan padang rumput yang dikelilingi pepohonan yang rapat. Yang satu seorang gadis muda biasa sementara yang lainnya seorang pemuda tampan yang kulitnya berpendar terkena cahaya matahari. Pemuda itu vampir.
Itulah mimpi yang menghampiri tidur Stephenie Meyers lima tahun lalu. Ia menuangkan cerita mimpinya itu menjadi sebuah novel berjudul Twilight yang langsung memuncaki daftar buku laris di Amerika Serikat.

Tiga novel sekuelnya pun terjual ratusan juta eksemplar dan telah diterjemahkan dalam 20 bahasa termasuk bahasa Indonesia. Twilight pun diadaptasi menjadi film layar lebar yang rencananya akan diputar di bioskop November mendatang.
“Mimpi itu begitu nyata jadi saya merasa harus menulisnya,” kata Stephenie. Sejak mimpi itu hadir, Read the rest of this entry »

