dunia buku (beta)

Archive for the ‘resensi buku’ Category

Mungkinkah mawar bisa berbicara dan manusia bisa mendengar dan mengobrol dengannya? Diana jelas tak percaya namun surat-surat misterius dari saudara kembarnya, Mary, yang terpisah sejak kecil menyatakan ia bisa bicara dengan mawar. Read the rest of this entry »

Amelia Masniari begidik sendiri mendengar cerita istri seorang pengusaha kaya yang rela menderita agar bibirnya kembali merah merekah seperti milik gadis remaja. Padahal, demi memperolehnya, bibir mesti dikelupas kulit arinya dan bengkak selama sebulan. Read the rest of this entry »

Qanta, yang menghabiskan sebagian besar hidupnya di Inggris dan Amerika, mengalami gegar budaya yang hebat saat ia hijrah ke Arab Saudi. Perempuan berdarah Pakistan ini mengisahkan pengalamannya menjadi dokter di King Fahd National Guard Hospital sepanjang dua tahun.

Ada lebih dari 30 cerita pengalaman Qanta, dari mengoperasi perempuan sesepuh suku Badui yang mesti tetap bercadar saat dibedah hingga saat ia berurusan dengan polisi agama Mutawaeen karena makan dalam ruangan bercampur antara lelaki dan perempuan. Semua pengalaman itu membuat Qanta heran mengapa Read the rest of this entry »

Racun yang menjalari pembuluh darah membuat Sannaha limbung. Dalam keadaan tak bertenaga itu, dia terjebak di dalam gua dengan seorang raja perampok, Purandara. Sannaha berupaya melarikan diri dari perampok bergolok itu. Tapi malang, ia malah ditangkap suku primitif Thabugh.

Di tengah suku itulah putri mahkota kerajaan Sunda yang bernama asli Dyah Pitaloka ini menemukan Read the rest of this entry »

Buku ini bikin berang banyak orang Betawi di Jakarta. Sebagian orang merasa Lance Castles, peneliti asal Australia, menghina orang Betawi karena penelitiannya secara tak langsung menyebut suku ini keturunan budak.

Lance sendiri sama sekali tak menduga penelitiannya bisa menggusarkan orang Betawi. Dalam penelitian yang menggunakan pendekatan demografi itu Lance berusaha memahami permasalahan sosial di Jakarta dengan berkaca pada latar belakang etnis yang membentuk masyarakat Jakarta. Read the rest of this entry »

Nama Nyai Dasima sudah melegenda di tanah Jakarta. Kisah tokoh rekaan G. Francis dalam Tjerita Njai Dasima yang diterbitkan pada 1896 ini banyak memicu cerita soal nyai dan istri piare alias gundik pria Eropa pada zaman kolonial Hindia Belanda.

Seiring waktu, muncul banyak versi kisah Nyai Dasima dan buku ini menyajikan versi sastrawan Betawi S.M. Ardan. Ardan mempublikasikan karyanya ini dalam bentuk cerita bersambung Njai Dasima dalam koran Warta Berita pada 1960 yang dibukukan oleh penerbit Pustaka Jaya pada 1971.

Ardan menulis ulang cerita Nyai Dasima dimana tokoh yang digambarkan jahat oleh Francis menjadi sosok yang Read the rest of this entry »

Novel dengan tokoh anak Betawi ini berputar di kehidupan dua tokoh, Mat Sani dan cucunya, Abdul Gafur alias Doel. Ridwan membagi ceritanya menjadi tiga bagian.

Bagian pertama bercerita tentang kehidupan Mat Sani di tengah-tengah situasi politik yang tak menetu di era 1950-an. Peralihan era Orde Lama ke Orde Baru mewarnai kisah hidup Doel di bagian kedua yang melompat ke masa kuliahnya di Mesir pada bagian ketiga. Read the rest of this entry »


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.