dunia buku (beta)

Posts Tagged ‘mizan pustaka

Saat peristiwa 30 September 1965 berkecamuk, Peer Holm Jorgensen, seorang pelaut asal Denmark tengah berlabuh dengan kapal dagang tempatnya bekerja di Indonesia. Jorgensen merekam pengalaman itu dan menuangkannya dalam novel The Forgotten Massacre

Novel yang versi terjemahannya diterbitkan Mizan ini rencananya akan diluncurkan dalam perhelatan Ubud Writers Festival. Sebelum menghadiri acara di Bali tersebut Jorgensen akan bertandang ke Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Read the rest of this entry »

Presiden Direktur dan Pendiri Mizan, Haidar Bagir (Dwianto Wibowo / TEMPO)

Presiden Direktur dan Pendiri Mizan, Haidar Bagir (Dwianto Wibowo / TEMPO)

Oleh: Okta Wiguna

Di dunia perbukuan, novel Laskar Pelangi sungguh fenomenal. Angka penjualannya fantastis. Ketika diangkat ke layar lebar, Laskar Pelangi juga meledak. Ia menjadi satu dari sedikit film Indonesia yang ditonton jutaan orang di bioskop.

Sukses itu tidak akan tergapai seandainya tak ada strategi bisnis yang visioner dari pendiri sekaligus Presiden Direktur Mizan, Haidar Bagir. Pria kelahiran Solo, Jawa Tengah, 52 tahun silam, inilah yang memutuskan Mizan, yang awalnya penerbit Islam, mulai menggarap buku populer. Salah satunya novel Laskar Pelangi.

Dan lima tahun lalu, Haidar pulalah yang mencetuskan langkah bisnisnya merambah ke layar lebar. Akhir pekan lalu saya mengikuti keseharian putra pasangan Gamar dan Muhammad Bagir ini. Haidar–sapaannya, yang berarti “singa”–tampil karismatik dan hangat meski agak pelit senyum.

Read the rest of this entry »

cover buku dari situs  bukabuku.com

Perekonomian yang mandek dan tingginya angka pengangguran tiba-tiba teratasi begitu Amerika Serikat mulai ikut berperang. Tapi itu cerita saat Perang Dunia Kedua sementara yang terjadi setelah perang antiterorisme di Afghanistan dan Irak justru sebaliknya.

Pemenang Nobel ekonomi, Joseph E. Stiglitz memaparkan dalam bukunya ini betapa perang telah menjadi biang resesi di Amerika Serikat yang kini mendunia. Stiglitz dan Bilmes juga menelusuri biaya-biaya pascaperang yang akan semakin membebani anggaran bagi negara yang menang maupun yang kalah perang. Read the rest of this entry »

cover buku dari situs bukabuku.com

Sebuah kekacauan kecil di laboratorium Dr. Dyer membuat mesin antigravitasi melemparkan dua remaja belia Peter Shock dan Kate Dyer terlempar ke 1763. Tahu-tahu mereka sudah terbangun di tanah pertanian yang tak mereka kenal.

Berbeda dengan novel lain yang berlama-lama mengenalkan dunia yang baru itu, kedua tokoh tadi langsung dihadapkan dengan tokoh antagonis Tar Man yang ingin merebut mesin antigravitasi. Nantinya Peter dan Kate akan bertemu dengan Gideon yang akan membantu merebut mesin yang bisa mengembalikan mereka ke abad 21. Read the rest of this entry »

Secepat kilat jarum suntik menembus tengkuk perempuan. Wajah dengan riasan tebal itu pun kuyu dilumpuhkan narkotika yang mulai mengalir dalam pembuluh darahnya.

Usai menyetubuhi tubuh pekerja seks komersial yang terkulai lemas itu, si penyuntik mengeluarkan pisau bedah dan mulai membelah dada korbannya. Seekor merpati hidup dimasukkan dalam rongga dada perempuan itu dan ia menjahitnya kembali membiarkan mahkluk malang itu mati kehabisan udara. Pisau bedah kembali beraksi memutilasi tubuh perempuan itu.

Pemandangan semacam ini akan membuat sebagian orang begidik ngeri. Tapi Rere justru menikmati Read the rest of this entry »


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.