dunia buku (beta)

Posts Tagged ‘nonfiksi

oleh Okta Wiguna

Bangsa Maya menjalani peradabannya di Amerika Tengah dan Meksiko tanpa mengenal logam dan roda. Tapi mereka bukanlah suku primitif dan terbelakang. Buktinya, tanpa teleskop dan mesin hitung, mereka menyusun kalender melalui pengamatan benda langit dengan mata telanjang yang disusun secara matematis.

Anehnya, meski peradaban Maya diperkirakan berkembang pada abad keempat dan kelima Masehi, sistem penanggalan yang mereka ciptakan itu dimulai pada 13 Agustus 3113 Sebelum Masehi dan berakhir pada 12 Desember 2012 Masehi.

Kalender inilah yang menjadi sumber ramalan bahwa kiamat datang pada 2012. Apalagi sistem penanggalan di peradaban kuno Cina, India, dan Persia juga menunjukkan sesuatu yang besar akan terjadi di seputar tanggal tersebut.

Isu kiamat 2012 ini sebenarnya cerita lama. Tapi, seiring dengan mendekatnya tenggat, banyak yang mulai mengaitkan penanggalan Maya itu dengan aktivitas matahari yang akan mencapai puncaknya tiga tahun lagi. Badai (hurikan) Katrina, Rita, dan Wilma pada 2005 ternyata terjadi berbarengan dengan badai di matahari.

Perbincangan misteri 2012 ini juga menggejala di dunia literatur. Toko buku online Amazon.com memiliki lebih dari 40 judul buku dengan tema tersebut. Dari jumlah itu, setidaknya ada tiga buku yang diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Read the rest of this entry »

Qanta, yang menghabiskan sebagian besar hidupnya di Inggris dan Amerika, mengalami gegar budaya yang hebat saat ia hijrah ke Arab Saudi. Perempuan berdarah Pakistan ini mengisahkan pengalamannya menjadi dokter di King Fahd National Guard Hospital sepanjang dua tahun.

Ada lebih dari 30 cerita pengalaman Qanta, dari mengoperasi perempuan sesepuh suku Badui yang mesti tetap bercadar saat dibedah hingga saat ia berurusan dengan polisi agama Mutawaeen karena makan dalam ruangan bercampur antara lelaki dan perempuan. Semua pengalaman itu membuat Qanta heran mengapa Read the rest of this entry »

Buku ini bikin berang banyak orang Betawi di Jakarta. Sebagian orang merasa Lance Castles, peneliti asal Australia, menghina orang Betawi karena penelitiannya secara tak langsung menyebut suku ini keturunan budak.

Lance sendiri sama sekali tak menduga penelitiannya bisa menggusarkan orang Betawi. Dalam penelitian yang menggunakan pendekatan demografi itu Lance berusaha memahami permasalahan sosial di Jakarta dengan berkaca pada latar belakang etnis yang membentuk masyarakat Jakarta. Read the rest of this entry »

diambil dari blog kompasiana dengan link http://yulyanto.com/wp-content/uploads/2009/05/0-300x225.jpg

Gugurnya Komodor Yos Sudarso dalam pertempuran Laut Aru telah bertahun-tahun diajarkan dalam pelajaran sejarah sebagai sebuah peristiwa penting dalam upaya perebutan Irian Barat dari Belanda. Namun, tak pernah tercantum dalam buku pelajaran adanya saling tuding kegagalan operasi rahasia itu antara Angkatan Laut dan Angkatan Udara.

Meski telah puluhan tahun berlalu, peristiwa pertempuran bersejarah itu masih lekat dalam ingatan mantan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Saleh Basarah. Ia ingat, saat itu Kolonel Laut Soedomo, yang memimpin Angkatan Laut dalam Operasi Mandala, secara terang-terangan menuding Angkatan Udara sebagai biang keladi kekalahan di Laut Aru.

Angkatan Udara dituduh tak becus memberikan perlindungan udara. Akibatnya, operasi gagal total. Gara-gara tudingan itu, Kepala Staf Angkatan Udara pertama, Soeryadarma, dicopot dari jabatannya. Menurut Saleh, kegagalan operasi klandestin itu terjadi karena kesalahan angkatan laut sendiri. Lagi pula ia melihat operasi itu tak terjaga kerahasiaannya, sehingga mudah tersadap Belanda. Read the rest of this entry »

Menyusuri lorong-lorong sebuah pusat belanja di Jakarta Selatan, terlihat satu demi satu kios mulai menutup bisnisnya. Sebuah toko alat lukis gulung tikar, menyusul sebuah restoran berdesain interior nuansa putih dan hijau muda yang lebih dulu tutup. Padahal mal ini terbilang tak pernah sepi pengunjung.

Para perusahaan penerbitan pun tengah resah. Beberapa bulan terakhir angka penjualan terus menurun lantaran pengunjung toko buku tak lagi memborong banyak buku.

Ya, krisis ekonomi global memang mulai merambah Indonesia. Kalaupun krisis itu belum benar-benar terjadi, paling tidak saat ini, menurut pakar bisnis, Rhenald Kasali, tengah menggejala yang disebutnya quasi crisis atau krisis semu.

Konsumen berperilaku seakan-akan Read the rest of this entry »

Akhir dekade 1960, tersebutlah nama Dolly Khavit. Dia membeli sebidang lahan di Kota Surabaya, Jawa Timur, dan mendirikan daerah lokalisasi yang kini dikenal sebagai Gang Dolly. Inilah tempat Anik dijual oleh seorang sopir beberapa tahun yang lalu sampai akhirnya bisa melepaskan diri dari belitan muncikarinya. Masih ada pula cerita tentang Eva, yang suaminya menikah lagi di hari kelahiran anaknya; juga Sherli, yang ditinggal pacarnya dalam keadaan hamil.

Penggalan kisah hidup para pekerja seks ini mengawali sepuluh kisah nyata karya pemenang Kontes Inspirasi dan Harapan yang digelar Penerbit Erlangga tahun lalu. Mereka menceritakan pengalaman pribadi atau kisah hidup kenalannya seputar masalah narkoba, homoseksualitas, perselingkuhan, dan pelacuran. Read the rest of this entry »

cover buku dari situs  bukabuku.com

Perekonomian yang mandek dan tingginya angka pengangguran tiba-tiba teratasi begitu Amerika Serikat mulai ikut berperang. Tapi itu cerita saat Perang Dunia Kedua sementara yang terjadi setelah perang antiterorisme di Afghanistan dan Irak justru sebaliknya.

Pemenang Nobel ekonomi, Joseph E. Stiglitz memaparkan dalam bukunya ini betapa perang telah menjadi biang resesi di Amerika Serikat yang kini mendunia. Stiglitz dan Bilmes juga menelusuri biaya-biaya pascaperang yang akan semakin membebani anggaran bagi negara yang menang maupun yang kalah perang. Read the rest of this entry »


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.