dunia buku (beta)

Posts Tagged ‘novel terbitan 2009

oleh Okta Wiguna

Bangsa Maya menjalani peradabannya di Amerika Tengah dan Meksiko tanpa mengenal logam dan roda. Tapi mereka bukanlah suku primitif dan terbelakang. Buktinya, tanpa teleskop dan mesin hitung, mereka menyusun kalender melalui pengamatan benda langit dengan mata telanjang yang disusun secara matematis.

Anehnya, meski peradaban Maya diperkirakan berkembang pada abad keempat dan kelima Masehi, sistem penanggalan yang mereka ciptakan itu dimulai pada 13 Agustus 3113 Sebelum Masehi dan berakhir pada 12 Desember 2012 Masehi.

Kalender inilah yang menjadi sumber ramalan bahwa kiamat datang pada 2012. Apalagi sistem penanggalan di peradaban kuno Cina, India, dan Persia juga menunjukkan sesuatu yang besar akan terjadi di seputar tanggal tersebut.

Isu kiamat 2012 ini sebenarnya cerita lama. Tapi, seiring dengan mendekatnya tenggat, banyak yang mulai mengaitkan penanggalan Maya itu dengan aktivitas matahari yang akan mencapai puncaknya tiga tahun lagi. Badai (hurikan) Katrina, Rita, dan Wilma pada 2005 ternyata terjadi berbarengan dengan badai di matahari.

Perbincangan misteri 2012 ini juga menggejala di dunia literatur. Toko buku online Amazon.com memiliki lebih dari 40 judul buku dengan tema tersebut. Dari jumlah itu, setidaknya ada tiga buku yang diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Read the rest of this entry »

Asap hitam yang membubung di pesisir Jambi menandakan kedatangan pasukan Jepang di kota itu. Namun, Pastor Koevoets mendahului kedatangan pasukan itu ke rumah Vic la Fontaine dengan rencana yang akan mengubah kehidupan Rita, putri sulung keluarga tersebut.

Jauh sebelum pasukan Jepang datang, kabar pemaksaan perempuan tanpa pandang bulu menjadi wanita penghibur tentara sampai di telinga Koevoets. Sebagai sahabat keluarga la Fontaine, ia tak rela Rita menjadi korban keganasan pasukan Nippon dan mengusulkan remaja putri itu menyamar menjadi lelaki.

Dan kemudian… kres, kres, kres. Gunting Koevoets memangkas helai demi helai rambut sepinggang Rita. Seiring dengan tetesan air mata gadis ini, Rita tak ada lagi. Sejak hari itu, ia berubah menjadi Rick la Fontaine.

Begitulah awal penyamaran Rita la Fontaine de Clercq Zubli menjadi Read the rest of this entry »

Pulau Dutch tak seperti sejumput daratan terkepung air lainnya. Orang-orang menyebutnya pulau suaka karena sejarahnya yang kelam penuh cerita-cerita kematian nan buruk. Serangkaian peristiwa aneh di Dutch yang mesti ditangani oleh polisi muda Joe Dupree akan segera memburuk dengan kedatangan Ed Moloch, narapidana yang melarikan diri.

Moloch tak pernah menginjakkan kaki di Pulau Dutch namun terus bermimpi tentangnya. Ternyata ada kaitan kisah hidup Moloch dengan seseorang yang pernah mendatangkan malapetaka di pulau itu. Dan, yang jelas, itu harus dihentikan Dupree. Read the rest of this entry »

oleh Okta Wiguna

Suatu malam di musim gugur Moltimer Folchart membacakan buku Tintenherz untuk istri dan putrinya sembari duduk di depan perapian. Saat membaca bab ketujuh tiba-tiba saja tokoh cerita yang namanya disebut muncul di hadapan mereka.

Sayangnya yang muncul justru tokoh-tokoh jahat yang ternyata berniat meneruskan kejahatan mereka di dunia nyata. Mo dan putrinya Meggie lari dari kejaran mereka sembari mencari cara mengeluarkan istrinya yang bertukar tempat dengan para pengejar itu dalam cerita Tintenherz.
Read the rest of this entry »

cover buku dai situs toko buku gramedia

Julian Barnes punya versi berbeda tentang kisah Nuh dan bahteranya. Cerita itu datang dari penumpang gelap kapal yang membantah hanya dua ekor binatang dibawa dari setiap spesies karena yang benar ada lima ekor cadangan sebagai persediaan makanan, dan bahtera Nuh bukan satu kapal tapi satu armada, dan masih banyak lagi perkara hilangnya spesies-spesies akibat kecerobohan orang-orang di atas kapal.

Inilah sejarah dunia versi Julian Barnes dalam novelnya. Barnes tidak sedang mencela agama tertentu karena Read the rest of this entry »

cover buku dari situs yayasan obor indonesia

Titik hitam yang muncul di tengah lautan menjadi awal gelapnya hidup Okichi Saito. Kapal hitam itu membuang sauh di Teluk Shimoda serta menurunkan orang berkulit pucat dan berambut merah.

Towsend Harris, pemimpin armada Amerika Serikat, memaksa Jepang membuka isolasinya pada 1856. Di Shimoda, Harris langsung terpikat saat melihat Okichi yang jelita. Gadis yang sejak remaja dikirim ayahnya menjadi geisha itu pun dipisahkan dari tunangannya. Sang gadis kemudian dikorbankan orang-orang Shimoda menjadi tojin alias gundik Harris, pria paruh baya, agar mereka luput dari penindasannya.

Saat Harris pulang kampung dan sakit-sakitan, Okichi ditinggal. Okichi, yang terbuai mimpi kebebasan, harus kecewa berat karena penduduk Shimoda malah menganggapnya antek para setan rambut merah dan mengucilkannya.

Lika-liku hidup Okichi itu Read the rest of this entry »

cover buku dari situs penerbit gramedia

Bencana yang melanda bumi itu sungguh dahsyat. Awalnya tumbuhan dan hewan yang mati, lalu menyusul peradaban manusia. Seorang ayah dan anak lelakinya menempuh perjalanan mencari tempat bertahan hidup sembari berusaha tetap waras di tengah kekurangan makanan yang mendorong manusia lain menjadi kanibal. Sebuah perjalanan yang terus-menerus didera masalah dan bahaya. Read the rest of this entry »


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.