dunia buku (beta)

Posts Tagged ‘penerbit qanita

Racun yang menjalari pembuluh darah membuat Sannaha limbung. Dalam keadaan tak bertenaga itu, dia terjebak di dalam gua dengan seorang raja perampok, Purandara. Sannaha berupaya melarikan diri dari perampok bergolok itu. Tapi malang, ia malah ditangkap suku primitif Thabugh.

Di tengah suku itulah putri mahkota kerajaan Sunda yang bernama asli Dyah Pitaloka ini menemukan Read the rest of this entry »

Presiden Direktur dan Pendiri Mizan, Haidar Bagir (Dwianto Wibowo / TEMPO)

Presiden Direktur dan Pendiri Mizan, Haidar Bagir (Dwianto Wibowo / TEMPO)

Oleh: Okta Wiguna

Di dunia perbukuan, novel Laskar Pelangi sungguh fenomenal. Angka penjualannya fantastis. Ketika diangkat ke layar lebar, Laskar Pelangi juga meledak. Ia menjadi satu dari sedikit film Indonesia yang ditonton jutaan orang di bioskop.

Sukses itu tidak akan tergapai seandainya tak ada strategi bisnis yang visioner dari pendiri sekaligus Presiden Direktur Mizan, Haidar Bagir. Pria kelahiran Solo, Jawa Tengah, 52 tahun silam, inilah yang memutuskan Mizan, yang awalnya penerbit Islam, mulai menggarap buku populer. Salah satunya novel Laskar Pelangi.

Dan lima tahun lalu, Haidar pulalah yang mencetuskan langkah bisnisnya merambah ke layar lebar. Akhir pekan lalu saya mengikuti keseharian putra pasangan Gamar dan Muhammad Bagir ini. Haidar–sapaannya, yang berarti “singa”–tampil karismatik dan hangat meski agak pelit senyum.

Read the rest of this entry »

Dua bundel buku bersampul biru itu terus terbayang di benak Salman Faridi dalam perjalanannya menuju Bandung. CEO Penerbit Bentang ini ingat betul buku yang dibacanya semasa kecil itu masih terselip di koleksi buku tua ayahnya.

Setibanya di Bandung, Salman langsung membongkar tumpukan buku tua di rumah orangtuanya dan menemukan yang dicarinya: bundel buku cerita silat karya Saini K.M.. Buku ini dicari Salman lantaran ia membutuhkan naskah proyek penerbitan buku cerita silat. Read the rest of this entry »

Camilla Gibb akan membahas proses kreatif novel ketiganya, “Lily: Perempuan di Antara Dua Dunia” dalam sebuah diskusi di Auditorium Student Center, UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta. Rencananya acara tersebut akan berlangsung mulai pukul 09.00, Rabu (22/10).

dari www.omdc.on.ca

Selain penulis asal Kanada tersebut, hadir juga penulis Asma Nadia dan Femmy Syahrani yang menerjemahkan novel Camilla tersebut. Novel yang berjudul asli Sweetness in the Belly tersebut diterbitkan versi Indonesia oleh Qanita, anak perusahaan penerbit Mizan.

Camilla berkunjung ke Indonesia untuk menghadiri Ubud Writers Festival 2008. Dari sana ia singgah ke Yogyakarta, Jakarta, dan Bandung yang menjadi bagian dari promosi budaya dari pemerintah Kanada.


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.