dunia buku (beta)

BELAJAR SUKSES DARI APPLE

Posted on: September 21, 2008

Betapa Steve Jobs, pendiri dan CEO Apple Inc, tak semringah. Dalam lima tahun terakhir, keuntungan perusahaannya naik tajam dari US$ 42 juta menjadi US$ 3,5 miliar. Padahal sebelumnya perusahaannya sempat terpuruk. Pada 1989, Apple Inc pernah menarik produknya yang tak laku, yaitu 2.000 komputer merek LISA, lalu menguburnya dengan buldoser.

cover buku The Apple Way dari situs erlangga.co.id

Cerita pahit itu telah berlalu. Apple memperoleh banyak penghargaan di bidang desain produk. Survei majalah Fortune menempatkan perusahaan ini di puncak daftar perusahaan paling dikagumi di dunia. Fortune mencatat kelebihan Apple terletak pada kepiawaian dalam inovasi produk.

Apa rahasia suksesnya? Jeffrey L. Cruikshank, pendiri firma konsultan bisnis, menuliskan dalam buku ini rahasia strategi manajemen Apple yang memungkinkan perusahaan yang tadinya terpuruk berbalik menjadi yang terdepan.

Jeffrey mencatat ada 12 pelajaran yang bisa diambil dari perusahaan ini dalam mengelola produk, pelanggan, pemasaran, sumber daya manusia, serta menetapkan strategi bisnis.

Ini bukan buku pertama tentang Apple dan Steve Jobs. Berbeda dengan buku lain yang mengupas Apple, pada buku ini Jeffrey lebih fokus pada perjalanan strategi manajemen perusahaan yang berdiri pada 1976 di Cupertino, California, ini. Ia melengkapi analisisnya dengan banyak kutipan data dari media massa dan Internet.

Jeffrey menggambarkan awal kehancuran perusahaan yang bermula dari garasi orang tua Jobs ini layaknya restoran laris yang kemudian mengurangi besar porsi dan takaran bumbu namun terus menaikkan harga. Apple terus mengejar peningkatan margin keuntungan sehingga harga produknya kelewat tinggi dan disalip pesaingnya yang menjual barang lebih murah meski kualitasnya tak sebaik milik Apple.

Akar permasalahannya ada pada figur CEO terdahulu, yang tak tahu banyak soal teknologi komputer dan menjalankan bisnis secara konservatif. Padahal kelebihan Apple ada pada inovasi produknya dan desain yang perfeksionis.

Puncak kesalahan strategi itu terjadi pada 1985 ketika CEO John Sculley, yang semestinya mengarahkan Jobs, justru mendepak si jenius dari perusahaan. Sebuah langkah yang harus dibayar mahal dengan hanya kebagian 5 persen dari pangsa pasar padahal impian awalnya mendominasi pasar.

Semua itu berubah ketika Jobs masuk kembali ke Apple pada 1997, yang menjadi titik balik Apple. Jeffrey men jelaskan semua revolusi yang dilancarkan Apple sebagai pertanda Jobs dan perusahaan ini telah belajar dari kesalahan di masa lalu.

Misalnya saja, saat perusahaan retail tak mampu membantu mendongkrak penjualan, Jobs memutus kontrak lalu membuka Apple Store. Ia bahkan berdamai dengan musuh bebuyutannya, Bill Gates, dan mengizinkan Microsoft menanamkan saham di Apple. “Jika kita membuat kekacauan, ini bukan kesalahan orang lain, tapi kekurangan kita sendiri,” kata Jobs.

Strategi baru Jobs tersebut tak mengikuti kebiasaan industri lain yang mendasarkan bisnisnya pada hasil riset pasar. Jobs menekankan, mereka hanya mau membuat produk hebat, karena itu menggelontorkan dana ke divisi penelitian dan pengembangan dengan jumlah yang jauh melebihi pesaingnya.

Dosen Strategic Management Universitas Pelita Harapan, Dion Dewa Barata, menilai langkah Apple bangkit dari kehancuran itulah yang membuat buku ini cocok bagi mereka yang belajar ilmu manajemen. “Biasanya buku cuma menceritakan kisah sukses, tapi buku ini berisi per usahaan yang gagal dan bagaimana bangkit dari kegagalan itu,” ujarnya saat peluncuran buku ini, pertengahan Agustus lalu, di Jakarta.

Jeffrey sendiri menyatakan menulis buku ini untuk para manajer, bukan untuk para pencinta komputer. Namun, buku ini sulit bagi mereka yang tak mengikuti perkembangan dunia komputer. Agaknya perlu membaca buku lain tentang Apple atau bersabar hingga beberapa bab akhir saat Jeffrey membahas konflik di tubuh Apple dan perseteruannya dengan Microsoft dan IBM.

Ini juga bukan buku yang bisa dinikmati cepat dengan sekali membaca. Bahkan, demi memahami tulisan, mungkin perlu Internet untuk mencari gambar komputer versi lama Apple, iklan-iklannya yang provokatif, juga wajah Steve Jobs. Sebetulnya Jeffrey menulis buku ini dengan ringan dan jenaka. Sayangnya, di banyak tempat penerjemahannya terlalu kaku sehingga lelucon yang ada terasa hambar.

Judul: The Apple Way
Penulis: Jeffrey L. Cruikshank
Penerbit: Esensi, Agustus 2008
Tebal: xxiv + 278 halaman

*Artikel terkait: Esensi Luncurkan Buku The Apple Way

3 Responses to "BELAJAR SUKSES DARI APPLE"

[…] resensi buku The Apple Way :Belajar Sukses Dari Apple Tags: apple inc., avenuea, dion dewa barata, erlangga, esensi, jeffrey l. cruikshank, manajemen, […]

walaupun gak ngerti apa2 tapi ini ngebantu buat bahan karya tulis komputer…
He..he..^^

hehehe juga Fidelia asal jangan copy paste terus dikumpulin yah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: