dunia buku (beta)

BEREBUT PENULIS BESTSELLER

Posted on: September 25, 2008

Andrea Hirata tak menyangka novel Laskar Pelangi akan meledak di pasaran seperti sekarang ini. Novel yang diterbitkan Bentang ini kebal kutukan fiksi mandeg di 3.000 eksemplar dan kini sudah terjual lebih dari 600 ribu eksemplar.

Sukses ini membuat buku lanjutan dalam tetralogi ini diburu banyak penerbit lain, terutama buku keempatnya yang berjudul Maryamah Karpov. Menurut Andrea, naskahnya yang nantinya dibagi menjadi dua buku setebal 600 halaman itu sudah rampung namun ia belum memutuskan penerbit mana yang akan mendapat hak cetaknya.

Inilah yang membuat banyak penerbit berlomba-lomba menawar hak cetak buku keempat itu. Telepon kantor manajemen Andrea nyaris tak pernah berhenti berdering dari penelpon yang membuka penawaran di angka ratusan juta rupiah.

Terakhir, sebuah penerbit lama menyatakan siap membayar Rp 1 miliar. “Itu baru uang cincai aja, belum termasuk royaltinya,” kata karyawan PT Telkom Bandung ini.

Jurusnya tak sekedar menggelontorkan uang. Ada yang mengiming-imingi beasiswa, fasilitas rumah dan mobil, serta banyak pula yang menawari kerjasama dan modal agar Andrea bisa menerbitkan sendiri bukunya.

Bahkan suatu malam sebuah penerbit mengirim perempuan berparas cantik ke kantor Andrea. “Judulnya sih presentasi soal tawaran penerbitan,” katanya sambil tergelak.

Andrea memang memandangnya tingginya harga penawaran sebagai penghargaan atas karya sastra yang biasanya dianggap tak komersial.Namun bagi penerbit Bentang, upaya menyalip di tikungan ini jelas bikin pusing tujuh keliling.

Betapa tidak, mereka sudah keluar biaya besar untuk promosi Laskar Pelangi dan kini ada pihak yang ingin menangguk untung cara instan. “Mereka asik saja potong kompas, tanpa usaha besar langsung dapat untung,” kata CEO Bentang, Gangsar Sukrisno.

Kris, begitu sapaan akrabnya, mengaku pihaknya tak bisa berbuat banyak sebab dalam dunia penerbitan memang tak lazim mengikat kontrak panjang layaknya klub sepakbola mengontrak pemainnya. “Dalam bisnis, selama tak ada ikatan itu ya membajak pun sah-sah saja,” ujarnya.

Kris melihat pembajakan penulis tak bisa dihindari karena memang tak mudah menemukan buku dan penulis yang bagus di tanah air. Ia mencatat dari ribuan judul yang terbit setiap tahunnya, hanya sekitar lima persen saja yang jadi best seller.

Yang bisa dilakukan anak perusahaan penerbit Mizan ini hanyalah menjaga hubungan baik dengan penulis agar tak pindah penerbit. Namun Kris mengaku sudah siap membayar banderol harga buku Maryamah Karpov senilai ratusan juta yang dipasang Andrea apalagi karyawan telkom tersebut mengaku jatuh hati pada penerbit ini.

Memang tak ada penerbit yang rela penulisnya dibajak, karena itu Ufuk Publishing House kesal betul saat salah satu penulisnya direbut perusahaan saingan. “Rugilah itu hitungannya, kami kan sudah investasi membesarkan namanya,” kata Direktur Marketing Ufuk, Ahmad Taufiq Hadad.

Karena itu di luar kelaziman, Ufuk berencana menyusun kontrak dengan penulis agar berkomitmen memberikan buku kedua mereka pada penerbit yang bermarkas di bilangan Pasar Minggu ini. Baru pada buku selanjutnya, kata Taufiq, mereka bebas memilih.

OKTA WIGUNA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: