dunia buku (beta)

MEMBUKUKAN PESAN ALAM

Posted on: October 27, 2008

Sebuah undangan berwarna jingga menyala meminta kehadiran penerimanya ke sebuah acara peluncuran buku. Penyelenggara acara tersebut, penerbit Prima Media, meminta semua undangan memakai pakaian formal dan sebisa mungkin mengkonfirmasi kedatangan jauh hari sebelum acara berlangsung.

Acara tersebut berlangsung akhir Agustus lalu di Raflesia Grand Ballrom, Balai Kartini, salah satu gedung dengan harga sewa termahal di jalan Gatot Subroto Jakarta. Dalam undangan tertera nama dua pembicara, yakni penyanyi Elly Kasim yang dijuluki si Ketilang Minang dan politikus Prof. Dr. T. Gayus Lumbuun, S.H. , M.H.

Siapa menyangka Gayus yang guru besar ilmu hukum Universitas Krisnadwipayana ini dihadirkan untuk membedah buku karya gadis cilik berusia sembilan tahun, Annisa Rania Putri. Buku berjudul Hope Is On The Way ini memuat kumpulan bahan presentasi Annisa yang disampaikannya di berbagai acara.
Ada tujuh tulisan yang membahas mulai dari puasa, kelestarian lingkungan, hingga topik-topik psikologi motivasional seperti bahasan soal menjadi diri sendiri. Beberapa tulisan juga membahas topik konseptual yang mungkin tak tersentuh oleh pikiran kanak-kanak seperti dalam bab berjudul “Kasih dan Keadilan”.

Dalam topik tersebut Annisa menulis soal ketidakadilan yang menyebabkan kemiskinan. Ia tidak berhenti dengan menyalahkan kenaikan harga kebutuhan, tetapi juga menyampaikan pemikirannya soal aturan yang memungkinkan para spekulan harga mendapat hukuman.

Ia menguraikan bahwa masyarakat miskin tak pernah salah saat meminta harga-harga diturunkan jadi yang tak adil justru para pembuat kebijakan. “Orang-orang yang seharusnya memelihara keadilan justru tak pernah akan bersikap adil,” kata dia.

Semua yang ditulis Annisa dalam bukunya adalah pesan yang diterimanya dari alam. Pesan-pesan itu yang sifatnya universal dan bersifat umum tanpa ada rincian bahkan contoh kasus.

Tak banyak yang istimewa dari buku ini kecuali ia ditulis sepenuhnya dalam bahasa Inggris oleh seorang anak berusia sembilan tahun. Setiap artikel dalam buku ini memang disajikan dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia dimana tulisan dalam bahasa Inggrislah yang merupakan karya asli Annisa sebab hanya bahasa itu yang dikuasainya dengan fasih.

Tulisan dalam buku ini pun terkesan datar dan barangkali untuk bisa menikmatinya dengan penuh kekaguman perlu melihat sendiri kepiawaian berbicara di depan umum serta kefasihan bahasa Inggris anak yang selalu memakai topi baret ini. Karena itu pula Prima Media menyertakan sebuah VCD rekaman presentasi Annisa sebagai sisipan.

Namun yang justru janggal dari buku ini adalah konsepnya yang kelewat sederhana untuk pribadi sekompleks Annisa. Gadis cilik ini memang merasa perlu menulis dan menyimpulkan pesan-pesan alam yang diterimanya, namun rupanya penerbitan buku ini sendiri tidak datang dari Annisa tapi atas permintaan penerbit.

Meski begitu, Annisa berharap pesan-pesannya dalam buku ini bisa bermanfaat bagi pembacanya. “Saya berharap pesan-pesan ini bisa mengembalikan harapan orang, menguatkan iman, dan membantu orang memperbaiki hidup,” ujarnya.

Kadang memang paragraf tulisan Annisa tak mengalir dan terhubung dengan paragraf selanjutnya sehingga terkesan setiap paragraf memiliki ide tersendiri. Bagi Annisa tulisannya memang tidak untuk dibaca secara runut dan kronologis karena ia percaya mereka yang mencari inspirasi dari bukunya akan mendapatkannya dari kalimat-kalimat bukan dari tulisan yang panjang.

Dalam kata pengantarnya Annisa berulang-ulang menyampaikan harapannya agar tulisan yang dituangkan dalam buku ini bisa menguatkan pembacanya dalam masa-masa sulit. Masa yang penuh hal-hal yang baginya terasa menakutkan.

“Saya berharap semua yang saya takuti itu tak pernah benar-benar terjadi dan mendatangi saya,” ujarnya. Seperti aksara tulisan Annisa yang hanya dimengertinya sendiri, begitu juga hal menakutkan yang tengah menunggu Indonesia di masa depan itu hanya Annisa saja yang tahu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: