dunia buku (beta)

MEMBURU PETA RAHASIA

Posted on: November 21, 2008

cover buku dari situs erlanga.co.id

Sulit bagi Jason Covenant dan Rick Banner mempercayai matanya. Rasanya sedetik yang lalu mereka masih menelusuri lorong batu yang gelap dan kini mereka berdiri di tembok raksasa kota di zaman Mesir kuno.

Sebuah buku catatan milik Ulysses Moore yang penuh teka-teki menuntun Jason dan Rick mencari peta rahasia yang tersembunyi di tempat bernama Kota Pengunjung tersebut. Secara tak sengaja mereka bertemu Maruk, putri Sang Pustakawan Agung, yang membantu mencari peta di kota arsip milik firaun itu.

Setelah menelusuri lorong-lorong labirin perpustakaan Mesir kuno, ketiga anak ini akhirnya menemukan ceruk penyimpanan peta Moore. Ternyata pada ceruk tersebut hanya berisi pesan Moore bahwa ia memindahkan peta ke Ruangan Yang Tak Pernah Ada yang oleh masyarakat setempat dipercaya sebagai kata lain dari dimusnahkan.

Jason dan Rick tak percaya begitu saja lalu memburu berbagai petunjuk demi menemukan ruangan yang tak pernah ditemukan orang itu. Sebuah pekerjaan sulit yang harus dikerjakan secepat kilat karena ada musuh yang berburu peta yang sama.

Inilah kisah dalam buku kedua dari tujuh buku serial petualangan Ulysses Moore yang ditulis Pierdomenico Baccalario, penulis asal Italia yang sudah membuat lebih dari 20 buku cerita anak dan remaja. Buku karya wartawan dan penulis skenario tersebut pertama kali diterbitkan di Italia dan sejauh ini Erlangga baru menerbitkan dua judul dari seri ini

Baccalario memulai cerita dari kota kecil Kilmore Cove di pinggiran London. Awal petualangan ketiga tokoh ciliknya dimulai saat menemukan sebuah pintu rahasia menuju dunia lain di rumah Argo Manor milik Ulysses Moore.

Pembaca kisah Narnia langsung akan menangkap ide tersebut sangat tidak orisinal. Namun di balik pintu tersebut ia benar-benar menciptakan dunia yang sama sekali berbeda tanpa singa Aslan dan makhluk mistis lainnya.

Yang ada hanya petualangan menantang bahaya, penuh intrik dan tipu daya, serta teka-teki yang pelik namun masuk akal. Ceritanya benar-benar mirip kisah Indiana Jones namun hebatnya masalah yang biasanya dihadapi ahli purbakala tersebut kali ini harus dihadapi oleh anak-anak.

Sayangnya Baccalario sangat miskin dengan deskripsi mendetil sehingga cukup sulit membayangkan tempat-tempat yang dijelajahi tokoh ceritanya. Nampaknya ia tak mau berlama-lama memberi ornamen agar alur ceritanya tetap penuh ketergesaan dengan bab-bab yang hanya berisi belasan halaman saja.

Buku cerita untuk remaja ini dikemas apik dengan ilustrasi yang semakin mengentalkan nuansa misteri dan petualangan. Gambar-gambar dalam buku ini seolah dirobek dari buku catatan harian para arkeolog.

Paduan bab yang pendek dan ilustrasi yang hidup ini memang lebih pas bagi remaja usia 10 tahun terutama yang belum terbiasa membaca tulisan panjang. Namun anak masih perlu pendampingan dan bacaan tambahan agar mereka bisa memahami hal-hal seputar kebudayaan Mesir kuno.

Judul: Ulysses Moore; Peta Yang Hilang
Judul Asli: Ulysses Moore La Bottega delle Mappe Dimenticate
Pengarang: Pierdominico Baccalario
Penerbit: Erlangga, 2008
Tebal: x + 262

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: