dunia buku (beta)

TUHAN ORANG-ORANG MURTAD

Posted on: December 21, 2008

cover dari situs penerbit gramedia pustaka utama

Saat ini penganut Kristen hanya sekitar satu persen dari seluruh penduduk Jepang. Tapi penyebaran agama ini di Negeri Sakura itu memiliki sejarah panjang dan berliku. Para misionaris dari Portu gal, yang masuk ke Jepang pada sekitar 1549, sempat mengalami masa yang mesra dengan penguasa Jepang, Nobunaga.

Namun, memasuki masa Tokugawa Ieyasu, hubungan itu retak. Ieyasu, yang tak terlalu suka dengan kelompok misionaris, mulai memberlakukan pembersihan penganut Kristen dengan penyiksaan hingga meninggalkan keyakinan mereka. Pada masa inilah Endo memulai kisah Pastor Sebastian Rodrigues yang menyusup ke Jepang untuk meneruskan misi bawah tanah.

Kedatangan Sebastian juga dipicu kabar bahwa mentornya, Pastor Christovao Ferreira, menyerah dalam penyiksaan dan murtad. Sebuah penyiksaan yang belakangan disaksikan dan dialami sendiri olehnya. Sebastian sendiri mengalami pergulatan batin yang berat dan mempertanyakan mengapa Tuhan yang dipercayainya diam saja melihat penyiksaan yang terus berlangsung terhadap penganut Kristen.

Kisah Sebastian ini merupakan novel legendaris Endo, seorang penganut Katolik, yang diterbitkan pada 1966. Novel yang meraih penghargaan Tanizaki Prize ini diangkat dari kisah nyata Pastor Giuseppe Chiara, yang masuk ke Jepang pada 1643 bersama sembilan rekannya.

Satu per satu dari mereka tertangkap dan menyangkal keimanannya setelah melewati masa penyiksaan yang panjang, meski belakangan sebagian dari mereka menarik kembali penyangkalan itu dan meneruskan hidup sebagai seorang Kristen.

Lewat novelnya ini, Endo membagi penganut Kristen menjadi kelompok martir yang bertahan dengan keyakinan hingga ajal menjemput dengan mereka yang tak kuat disiksa dan menyangkali keimanan. Lewat pergulatan Sebastian yang mengidentikkan dirinya sebagai Yudas Iskariot, yang mengkhianati Yesus Kristus, Endo mengulas seperti apa sosok Tuhan bagi mereka yang murtad dan bagaimana perjuangan mereka mengatasi rasa bersalah yang dalam.

Endo terbilang luwes dalam bercerita dengan membuat bab-bab yang sepenuhnya berisi surat kiriman pastor atau catatan kronologis peristiwa. Hal itu membuat novel ini tak monoton. Pengantar soal kekristenan di Jepang yang ditulis penerjemah novel ini ke dalam bahasa Inggris, William Johnston, juga menjelaskan letak novel ini dalam konteks sejarah. Ini membawa pembaca memahami dengan pas sebuah peristiwa dalam alur sejarah dengan sendirinya.

Judul: Silence
Pengarang: Shusaku Endo
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, Desember 2008
Tebal: 304 halaman

4 Responses to "TUHAN ORANG-ORANG MURTAD"

Saya sudah baca buku ini. Sangat bagus, meski ceritanya kelam dan memilukan. Shusaku Endo begitu piawai menggambarkan keadaan pada zaman itu serta perjuangan batin para tokohnya.

Ya saya setuju. Mungkin ini hasil dia hidup bersama komunitas Kristen di sana, riset yang kuat.

[…] TUHAN ORANG-ORANG MURTAD BEDAH NOVEL GURU […]

Semoga umat Kristiani di Jepang diberikan ketabahan dan kekuatan, Jesus Bless Japanesse people

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: