dunia buku (beta)

HANTU DALAM PUSARAN INTRIK POLITIK

Posted on: January 14, 2009

cover buku dari situs gramedia.com

Memoar mantan Perdana Menteri Inggris, Adam Lang, diperkirakan akan menjadi buku otobiografi laris dan menghasilkan keuntungan jutaan dollar bagi penerbitnya. Banyak yang menanti versi cerita perdana menteri yang belum lama mengundurkan diri ini soal kontroversi dan kisah di balik perang melawan terorisme.

Namun belum buku itu selesai ghostwriter atau penulis bayangan yang mengerjakannya, Mike McAra, tewas tenggelam setelah terjatuh dari kapal penyeberangan akibat kelewat mabuk. Seorang penulis bayangan asal London yang hasil kerjanya selalu memuncaki daftar buku laris dipilih menjadi pengganti dan harus merampungkan buku dalam waktu sebulan.

Di tengah revisi naskah tebal tapi tak bermutu yang ditinggalkan pendahulunya itulah merebak kabar Adam memerintahkan pengangkapan warga Inggris lalu diserahkan pada CIA dan menjalani interogasi yang tak berperikemanusiaan. Belakangan ia sendiri menemukan keganjilan pada kematian McAra dan fakta bahwa perdana menterinya adalah kader binaan lembaga intelejen Amerika.

Inilah novel terbaru dari novelis Inggris, Robert Harris, yang sebelunya dikenal sebagai penulis buku fiksi dan nonfiksi soal sejarah seperti novel Imperium yang menceritakan sejarah kerajaan Romawi. Novelis berusia 51 tahun ini menyeberang ke tema politik sebagai saluran aspirasi kekecewaannya kepada pemerintah Inggris di bawah pimpinan Perdana Menteri Inggris Tony Blair yang mendukung serbuan Amerika Serikat ke Irak. Harris langsung mengeyampingkan

Harris awalnya pendukung sejati Blair namun belakangan berbalik setelah melihat berbagai masalah yang terjadi di Inggris akibat kebijakan luar negeri tersebut. Saat Blair mengundurkan diri Harris meninggalkan semua pekerjaannya dan mulai menulis novel ini. Tak heran jika kemudian ada kemiripan cerita antara tokoh Adam Lang dengan sosok Tony Blair.

Ia mengambil setting setelah perang antiterorisme dikorbarkan. Ia memfokuskan diri pada merebaknya kontroversi penangkapan tersangka teroris dan pengangkutan mereka memakai pesawat dari Timur Tengah menuju penjara Guantanamo yang berujung pada interogasi yang penuh penyiksaan

Dengan mengisahkan kebijakan Adam Lang yang sepertinya selalu mendukung Amerika Serikat, ia membuka pintu dugaan permaianan badan intelejen di baliknya. Dengan piawai ia mencampurkan fakta dan fiksi misalnya soal teori konspirasi soal perekrutan agen CIA di kampus-kampus pada era 1970-an.

Penerbitan novel ini hampir tertunda akibat penerbitnya khawatir muncul tuduhan pencemaran nama baik. Namun meski ada kemiripan, novel ini menciptakan Inggris yang iamjinatif dan berbeda paling tidak bisa dilihat dari jumlah ledakan bom yang terus-menerus melanda London.

Novel ini memang murni soal intrik politik internasional namun ini bukan novel yang bikin kening berkerut. Harris membumbuinya dengan drama dan romantisme tapi minus aksi saling kejar dan baku tembak oleh agen berjas dan kacamata hitam.

Hiburan yang mematikan kebosanan datang dari taburan deskripsi yang mengena tapi singkat dan jenaka. Jika penulis lain berlama-lama menulis yang dilihat dan dirasa oleh tokohnya, maka Harris justru mengganti deskripsi yang kemungkinan kelewat panjang dengan analogi yang seringkali lucu dan terkadang sarkastis yang disampaikan dengan meminjam mulut tokoh utamanya.

Inikah kejeniusan Harris dalam mengeksploitasi sosok tokoh utamanya yang seorang penulis bayangan. Penulis bayangan yang acap kali cuek akibat sadar dirinya tak akan ikut kondang meski bukunya sukses sehingga membuang ikatan emosi agar dengan mudah berpindah proyek berikutnya menjadi pas sebagai sarana mendeskripsikan semua hal secara satir tanpa mau berpanjang-panjang yang dengan sendirinya membuat cerita novel tak bertele-tele meski novel ini lumayan tebal.

Saking berpegang pada filosofi kerja penulis bayangan yang menjadi tulang penegak badan cerita novel ini, Harris bahkan konsisten menyembunyikan nama dari tokoh protagonisnya. Karena itu tadi, penulis bayangan memang ditutupi identitasnya meski buku yang ditulisnya terkenal.

Memang alur novel sebenarnya klise seperti kisah-kisah teori konspirasi lainnya dimana tokoh utama yang biasanya apolitis dan buta soal dunia intelejen tiba-tiba membaca benang merah dari satu fakta ke fakta yang ujungnya ada pada konspirasi besar yang ditutup-tutupi. Terdorong mengurai fakta yang bak benang kusut akhirnya ia terjebak sendiri dalam permainan penuh intrik yang membuatnya tak bisa membedakan lagi mana kawan ataupun lawan.

Namun penulis yang sudah 16 tahun menulis novel ini bisa menyuguhkan konflik yang matang. Tokoh protagonis yang apolitik karena pilihan dan pekerjaan itu dipaksanya menjadi peduli dengan urusan politik.

Bahkan ia diseret masuk dalam konflik batin antara mengungkap kebenaran yang berarti pengkhianatan terbesar terhadap profesinya atau memilih acuh tak acuh agar tak kehilangan proyek penulisan terbesar dalam hidupnya. Kutipan-kutipan dari buku panduan penulis bayangan Andrew Crofts yang membuka setiap bab menunjukkan secara jelas tokohnya yang semakin terseret ke tengah pusaran masalah dan terus menjauh dari prinsip-prinsip hidup dan pekerjaannya.

Harris sangat pelit membagi petunjuk dan memaksa pembacanya mengikuti cerita sampai akhir dimana ia akhirnya membuka semuanya. Berbagai rentetan peristiwa yang disuguhkan serta peran dan aksi para tokohnya baru make sense setelah buku ini selesai dibaca.

Novel ini mengawinkan dunia politik yang penuh intrik, konspirasi intelejen yang disesaki misteri, dengan seluk beluk dunia penerbitan yang ruwet. Sebuah perpaduan yang membuat novel ini kompleks sekaligus cerdas namun tak bikin pusing kepala.

Judul: The Ghost
Pengarang: Robert Harris
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, November 2008
Tebal: 320 halaman

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: