dunia buku (beta)

PRIA DIBALIK SAMPUL SERAM

Posted on: February 23, 2009

Deretan huruf-huruf berukuran besar menghiasi sampul depan buku. Susunan huruf itu kalau tidak membentuk judul buku maka memuat nama penulisnya.

Begitulah biasanya sampul buku-buku thriller yang hak ciptanya dibeli Dastan. Namun desain semacam ini menurut Chief Editor Dastan Books, Prayudi, tak ampuh di Indonesia.

Menurutnya, buku harus punya sampul yang menarik demi memenangkan perang mencuri perhatian pengunjung di toko buku. “Perlu visual yang menarik supaya orang ngeh sama buku kami kalau cuma tulisan agak susah dapat perhatian,” ujarnya.

Urusan sampul buku thriller ini biasanya diserahkan Yudi kepada Toha Juffry. Desainer lepas kelahiran Solo 28 tahun silam ini mulai digandeng Yudi dalam proyek penerbitan novel Perfume: The Story of a Murderer.

Novel ini memiliki banyak versi cover dan Toha diminta membuat yang baru lantaran saat itu Dastan merasa kelewat boros jika harus membeli juga hak cipta gambar cover versi aslinya.

Toha sebenarnya tak suka novel yang isinya bikin mengerikan itu namun ia menyukai Perfume dan membaca habis novel itu. Ia mendapati bau tubuh menjadi tema sentral cerita.

Awalnya ia ingin menempatkan gambar orang biasa di sampul namun akhirnya diurungkan. “Gambar manusia terlalu membosankan dan sudah banyak dipakai di sampul novel lain,” ujarnya.

Toha menggantinya dengan gambar manekin berkepala plontos tanpa busana dimana pembunuh dalam novel juga meninggalkan korban dalam kondisi seperti itu. Ia memilih manekin berwarna hijau cerah. “Biar eye catching tapi sekaligus menyeramkan.”

Dastan menilai sampul buatan Toha ini sukses menarik perhatian pembeli dan ia pun terus diminta membuat sampul buku thriller. Biasanya jika pesanan datang, lulusan Universitas Bina Nusantara ini meminta naskah asli dalam bahasa Inggris untuk dibacanya.

Naskah itu tak dibacanya dari awal sampai akhir bahkan ia sering membuka halaman secara acak sampai menemukan ide yang cukup kuat. Agar konsepnya semakin mantap, resensi dari editor dan situs toko online Amazon.com juga dilahapnya.

Setelah itu ia mencari gambar yang cocok dengan konsep sampul yang disusunnya. Terkadang ia mengambil dari image bank atau membuat foto sendiri dan jika ada anggaran lebih ia memesan dari fotografer di luar negeri. Sumber gambar yang ia pakai biasanya dicantumkan di cover bagian belakang.

Toha punya rumusan tetap dalam mendesain sampul buku thriller. Ia hanya membuat metafor yang sederhana dari cerita novel dengan paduan gambar yang terkesan agresif dan provokatif. “Biasanya formula ini cukup berhasil kalau didukung warna-warna yang eye-catching.”

Sudah hampir 100 sampul buku genre thriller yang Toha desain untuk banyak penerbit. Toha yang hingga sekolah menengah atas masih menetap di Solo ini mengaku tak sengaja terjun ke dunia penerbitan.

Saat hijrah ke Jakarta penyuka kopi ini mengambil jurusan kuliah teknik informatika. Tak pernah terlintas olehnya menjadi desainer sampul buku.

Namun Toha tak mampu menghindari dorongan nyeni dalam dirinya dan sering mengikuti workshop desain grafis. Sebuah tawaran mendesain sampul buku yang mampir kepadanya tak lama setelah lulus kuliah telah membawa namanya bertebaran di ratusan buku fiksi dan nonfiksi milik penerbit Serambi, Rajawali Pers, dan Mizan.

BACA JUGA: GELIAT KISAH PARA PSIKOPAT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: