dunia buku (beta)

THAILAND BEBASKAN NOVELIS AUSTRALIA

Posted on: February 25, 2009

Novelis Australia, Harry Nicolaides, dibebaskan dari hukuman tiga tahun penjara setelah menerima pengampunan dari Raja Thailand, Bhumibol Adulyadej. Nicolaides telah mendekam selama lima bulan setelah pengadilan memvonisnya telah menghina keluarga kerajaan lewat karena novel Verisimilitude.

Menurut pengacara Nicolaides, Mark Dean, pengampunan tersebut diberikan Kamis malam (18/2) dan novelis ini langsung dideportasi malam itu juga. Dean mengatakan, pengampunan diberikan setelah ada pembicaraan intensif antara pemerintah Austalia dengan Thailand.

Kepulangan Nicolaides disambut oleh ayahnya, Socrates, dengan penuh haru. “Saya benar-benar merasa lega,” ujar Socrates.

Nicolaides menerbitkan novelnya pada 2005 yang menceritakan kehidupan sosial dan politik di negeri Gajah Putih itu. Isi ceritanya yang menyinggung sosok putra mahkota membuatnya ditangkap polisi Thailand pada Agustus 2008 saat akan pulang ke Australia. Upaya keluarga membebaskan Nicolaides dengan membayar uang tebusan terus-menerus ditolak.

Pria yang pernah menjadi dosen di negeri Gajah Putih tersebut baru mulai disidangkan awal tahun ini dengan tuduhan melanggar hukum lese-majeste atau penghinaan terhadap monarki dengan hukuman maksimal 15 tahun penjara. Akibat novel yang hanya terjual tujuh eksemplar itu Nicolaides dituntut 12 tahun penjara namun karena mengaku bersalah hukumannya dikurangi jadi tiga tahun.

“Saya menghormati Raja Thailand,” kata Nicolaides. “Saya juga menyadari ada peraturan itu tapi saya tak menduga itu juga akan berlaku bagi saya.”

Nicolaides bukan orang asing pertama yang diadili karena melanggar hukum lese-majeste. Pada 2007 Oliver Jufer yang berkewarganegaraan Swiss juga dihukum 10 tahun penjara karena perbuatannya merendahkan foto raja. Ia juga menerima pengampunan dari kerajaan dan dideportasi.

Partai Demokrat yang mulai memimpin pemerintahan Thailand Desember lalu berjanji akan mengetatkan aturan penghinaan terhadap kerajaan. Pemerintah negara itu telah memblokir ribuan situs internet yang berisi komentar antimonarki.

Akademisi Thailad yang beraliran kiri, Tji Ungpakorn, mengeluhkan kebijakan tersebut. Ungpakorn yang tersangkut kasus penghinaan karena komentarnya pada sebuah buku tentang kudeta militer terbitan 2007 ini pun melarikan diri ke London awal Februari ini. “Saya merasa tak akan mendapatakan pengadilan yang adil di Thailand,” ujarnya.

duniabuku (ABC News-Telegraph-Observer)

BERITA SEBELUMNYA: THAILAND PENJARAKAN NOVELIS AUSTRALIA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: