dunia buku (beta)

INSPIRATION OF A SHOPAHOLIC

Posted on: March 16, 2009

Seorang perempuan bergaun terusan hitam terselip di antara keramaian Mal Pondok Indah berjalan memasuki sebuah kafe. Tangan kirinya yang dibaluti gelang perak menjinjing tas Channel mengkilap berwarna senada dengan bajunya.

Usai memesan minuman ia langsung duduk dan membuka komputer jinjingnya dan jarinya berloncatan di tombol keyboard. Ia hanya sendirian namun kelihatan tak terlalu mempedulikannya sebab perhatiannya cuma tertuju pada layar computer.

credit: Edy (gagasmedia)

Dialah Amelia Masniari pemilik blog Belanja Sampai Mati yang menjadi blog fashion dengan angka kunjungan yang tertinggi. Saban hari paling sedikit seribu orang membaca tulisannya di blog itu. Sebagian isi blog dibukukan dengan judul Miss Jinjing Belanja Sampai Mati yang kini sudah terjual lebih dari 10 ribu eksemplar.

Amy, begitu ia kerap disapa, jarang sekali berada di Jakarta. Kalaupun ia bertandang ke Ibukota biasanya untuk wawancara dengan berbagai majalah dan tabloid gaya hidup serta bertemu klien yang memakai jasanya sebagai seorang personal buyer.

Ibu tiga anak ini sudah empat tahun menetap di Jambi. Ia hijrah ke provinsi di pulau Sumatera itu mengikuti suaminya yang ditugaskan di kota Tebo.

Bagi sebagian orang menikah dan melepaskan pekerjaan kantoran lantas pindah ke daerah adalah akhir dari kehidupan. Amy pun pernah merasakan hari-hari dimana ia hanya menjadi ibu rumah tangga yang pada satu titik membuatnya nyaris merasa minder. Pasalnya dalam buku alumni universitas namanya terjepit di antara seorang wakil ketua DPR dan anggota DPR sementara dirinya hanyadicantumkan sebagai ibu rumahan.

Kejenuhan itu rupanya ditangkap sang suami yang lantas menyarankannya mengelola sebuah blog untuk menyalurkan kebosanan. Amy mengaku ia gagap teknologi sehingga semua urusan pembuatan blog dikerjakan suami yang memilihkan desain bernuansa hijau yang adalah warna favorit Amy.

Blog http://belanja-sampai-mati.blogspot.com itu diisinya dengan cerita pengalamannya berbelanja kota-kota pusat industri mode dunia mulai Paris, Milan, hingga New York. Saban menyambangi butik dan sale di kota-kota itu Amy selalu pulang dengan tangan menjinjing tas belanjaan yang belakangan membuatnya dapat julukan miss jinjing dari sahabat-sahabat dekatnya.

Amy mengaku ia memang shopaholic yang sekali belanjanya akan pulang membawa segunung belanjaan. Saking seringnya belanja di luar negeri ia kerap disindir petugas bandara yang hafal wajahnya jika ia pulang membawa sedikit belanjaan.

Banyak yang salah sangka Amy sedang membujuk orang menjadi gila belanja padahal dalam tulisannya ia justru bercerita metamorfosisnya dari sekedar tukang belanja yang kalap setiap liat barang bagus menjadi pembeli cerdas yang membeli sesuai keperluan saja. Agar hobi belanja juga tak membuatnya terlilit hutang, Amy memotong semua kartu kreditnya dan sudah delapan tahun ia bebas dari jeratan cicilan kredit.

Urusan belanja di luar negeri ini sebenarnya bukan cuma demi hobi tapi juga keperluan riset saat ia menjadi berbisnis menyuplai fashion ke pusat perbelanjaan kelas atas. Amy sudah melihat semuanya, mulai dari gaya belanja orang Indonesia yang terkenal royal hingga melongok pusat-pusat pemalsuan tas-tas bermerek di Cina.

Semua pengalaman itu membuatnya jadi tahu benar model baju, sepatu, dan tas yang digemari pembeli di berbagai negara, mana barang yang mahal dan bisa jadi investasi, dan juga tahu benar mana barang asli dan palsu. Inilah yang membuat mereka yang tak percaya diri belanja sendiri meminta bantuan Amy membelikan barang ke luar negeri agar tak tertipu atau salah beli.

Kliennya memang mayorits ibu-ibu pejabat padahal personal buyer seperti Rachel Zoe yang menangani busana film Sex in the City biasanya kaum selebritas. “Kalau di sana klan selebritasnya menghindari perhatian nah kalau di sini kan malah pengen kelihatan belanja,” katanya sembari tertawa.

Selain pembelian pribadi, klien yang berkonsultasi lewat blog dan milis Amy banyak pula yang baru merintis bisnis butik lalu minta saran pada Amy sampai minta diantarkan belanja barang ke luar negeri. Penggemar gaun rancangan Edward Hutabarat ini pernah bertemu dua orang yang nekat pergi ke Cina hanya bermodalkan sebuah buku panduan yang ternyata tulisan blog Amy yang mereka cetak. Lucunya mereka tak tahu yang sedang mengajak bicara justru si pemilik blog itu.

Yang bikin Amy bungah, banyak pengrajin aksesoris fashion dan tas di daerah perlahan bermunculan karena terinspirasi oleh blog Amy. Ini memang sesuai niatannya, “Saya ingin menginspirasi perempuan bahwa menikah atau tinggal di daerah bukanlah penghalang mereka untuk tetap bisa berhasil di bidangnya.”

Demi membantu para pengrajin itu Amy pun rela menjadi etalaseberjalan. Setiap ada kesempatan foto untuk artikel dan bertemu klien ia selalu memakai produk buatan mereka dan biasanya banyak yang akhirnya tertarik.

Ia melihat produk fashion Indonesia sebenarnya sudah bisa masuk pasar premium dalam dan luar negeri cuma memang masih lemah dalam promosi. Yang membuatnya prihatin banyak pengrajin perhiasan dan desainer tas belum bisa menangkap selera pasar dan belum menembus mal lantaran tak bisa menyiapkan sampel produk yang sesuai standar. Nah lewat blognya perlahan-lahan Amy membagi tips kepada mereka. “Saya ingin lewat blog saya ini industri fashion Indonesia bisa bergerak maju soalnya produk kita enggak kalah kok sama luar negeri,” ujarnya.

BACA JUGA DONG:

RESENSI BUKU MISS JINJING

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: