dunia buku (beta)

Archive for the ‘resensi buku’ Category

Pengusaha properti, Ciputra, percaya dunia bisnis Indonesia akan maju pesat jika dua persen penduduknya berwirausaha. Dalam catatan penggagas Ciputra Entrepreneurship School ini, hanya 0,18 persen penduduk Indonesia yang menjadi wirausahawan.

Konsultan strategic management, A.B. Susanto, berpendapat minimnya minat berwirausaha lantaran sebagian besar orang lebih suka menjadi karyawan kantor. Ini tak lain akibat Read the rest of this entry »

Akhir dekade 1960, tersebutlah nama Dolly Khavit. Dia membeli sebidang lahan di Kota Surabaya, Jawa Timur, dan mendirikan daerah lokalisasi yang kini dikenal sebagai Gang Dolly. Inilah tempat Anik dijual oleh seorang sopir beberapa tahun yang lalu sampai akhirnya bisa melepaskan diri dari belitan muncikarinya. Masih ada pula cerita tentang Eva, yang suaminya menikah lagi di hari kelahiran anaknya; juga Sherli, yang ditinggal pacarnya dalam keadaan hamil.

Penggalan kisah hidup para pekerja seks ini mengawali sepuluh kisah nyata karya pemenang Kontes Inspirasi dan Harapan yang digelar Penerbit Erlangga tahun lalu. Mereka menceritakan pengalaman pribadi atau kisah hidup kenalannya seputar masalah narkoba, homoseksualitas, perselingkuhan, dan pelacuran. Read the rest of this entry »

Pulau Dutch tak seperti sejumput daratan terkepung air lainnya. Orang-orang menyebutnya pulau suaka karena sejarahnya yang kelam penuh cerita-cerita kematian nan buruk. Serangkaian peristiwa aneh di Dutch yang mesti ditangani oleh polisi muda Joe Dupree akan segera memburuk dengan kedatangan Ed Moloch, narapidana yang melarikan diri.

Moloch tak pernah menginjakkan kaki di Pulau Dutch namun terus bermimpi tentangnya. Ternyata ada kaitan kisah hidup Moloch dengan seseorang yang pernah mendatangkan malapetaka di pulau itu. Dan, yang jelas, itu harus dihentikan Dupree. Read the rest of this entry »

cover dari situs bukabuku.com

Alkisah, mereka berpenampilan dan berkeliaran layaknya orang biasa. Tapi sesungguhnya mereka jauh dari biasa, mereka hidup abadi.

Sebagian memilih berdampingan dengan orang biasa, sedangkan sebagian lainnya ingin membangkitkan para Tetua Gelap, ras dengan kekuatan sihir yang hebat, plus mengembalikan dunia ke zaman ketika manusia hanya berfungsi sebagai budak dan sumber makanan. Read the rest of this entry »

cover buku dari situs  bukabuku.com

Perekonomian yang mandek dan tingginya angka pengangguran tiba-tiba teratasi begitu Amerika Serikat mulai ikut berperang. Tapi itu cerita saat Perang Dunia Kedua sementara yang terjadi setelah perang antiterorisme di Afghanistan dan Irak justru sebaliknya.

Pemenang Nobel ekonomi, Joseph E. Stiglitz memaparkan dalam bukunya ini betapa perang telah menjadi biang resesi di Amerika Serikat yang kini mendunia. Stiglitz dan Bilmes juga menelusuri biaya-biaya pascaperang yang akan semakin membebani anggaran bagi negara yang menang maupun yang kalah perang. Read the rest of this entry »

cover buku dai situs toko buku gramedia

Julian Barnes punya versi berbeda tentang kisah Nuh dan bahteranya. Cerita itu datang dari penumpang gelap kapal yang membantah hanya dua ekor binatang dibawa dari setiap spesies karena yang benar ada lima ekor cadangan sebagai persediaan makanan, dan bahtera Nuh bukan satu kapal tapi satu armada, dan masih banyak lagi perkara hilangnya spesies-spesies akibat kecerobohan orang-orang di atas kapal.

Inilah sejarah dunia versi Julian Barnes dalam novelnya. Barnes tidak sedang mencela agama tertentu karena Read the rest of this entry »

cover buku dari situs bukabuku.com

Sebuah kekacauan kecil di laboratorium Dr. Dyer membuat mesin antigravitasi melemparkan dua remaja belia Peter Shock dan Kate Dyer terlempar ke 1763. Tahu-tahu mereka sudah terbangun di tanah pertanian yang tak mereka kenal.

Berbeda dengan novel lain yang berlama-lama mengenalkan dunia yang baru itu, kedua tokoh tadi langsung dihadapkan dengan tokoh antagonis Tar Man yang ingin merebut mesin antigravitasi. Nantinya Peter dan Kate akan bertemu dengan Gideon yang akan membantu merebut mesin yang bisa mengembalikan mereka ke abad 21. Read the rest of this entry »


Ruang Baca Edisi Agustus 2008